Vampire

Ilustrasi : Google Image

Ilustrasi : Google Image

Cerpen Imron Supriyadi

Mr.Scenyb, juragan tanah terbesar di daratan katulistiwa , akhirnya mati mengenaskan. Ribuan massa dari berbagai sudut kota telah menguburnya tanpa belas kasihan. Batu, paku,palu belati dan berbagai jenis peralatan yang mematikan telah menimbun jasad Mr.Scenyb, di bawah puing – puing rumahnya, yang konon jika di jual bisa seharga 26 miliyar rupiah.

Satu hukuman tragis yang telah menimpa keluarga Mr.Scenyb. Ny. Hryn,putri sulung Mr.Scenyb, yang di kabarkan bisa memanggil segala macam jenis  jin dan binatang buas, tak bisa banyak berbuat, ketika tempat tinggalnya sudah dikepung dan dilempari massa yang beringas. Bahkan Ny.Hryn, tengah bersembunyi di ruang bawah tanah, yang dulu menjadi tempat bersemedinya Mr.Scenyb. Demikian menurut Funy, salah seorang wanita simpanan Mr.Scenyb yang kini menderita kanker kandungan akibat tiga kali aborsi,

Persembunyian bawah tanah yang dibangun sejak zaman batu itu, menurut Ki Santet Waseso, salah satu paranormal yang sempat membantu mengumpulkan berbagi jenis jin untuk Ny.Hryn, bahwa ruang gelap tersebut hanya dapat dilihat, ketika purnama penuh.

“Ketika itu pula, Mr.Scenyb dan Ny.Hryn melakukan pembataian besar – besaran terhadap beberapa pembangkang, yang tidak mau membebaskan tanahnya,” ujar paranormal itu, menceritakan kebiadaban yang pernah dilihatnya, melalui jin purik yang selalu taat pada perintah Ki Santet.

Setelah puas menghisap darah para pembangkang, Mr.Scenyb lalu bersemedi, dan memerintahkan Ny.Hryn agar memasukkan darah dan roh binatang buas kedalam jasad para korban pembataian. Untuk selanjutnya, manusia – manusia tak berdaya itu diinvus, sebagi pasien rumah sakit, dengan memasikkan zat kimia,lalu memanggil jin kelas mega untuk meniupkan kekuatan magis ke dalam puluhan jasad yang tidak tahu lagi siapa mereka sebenarnya.

Bulan berikutnya, tepat tengah malam muncullah manusia – manusia robot yang berbadan manusia. Dengan hasil penciptaannya itu Mr.Scenyb akan selalu dilindungi oleh puluhan, bahkan ratusan mahluk yang setiap saat akan tunduk dan patuh pada perintah Mr.Scenyb. sulit dideteksi bahwa mahluk itu adalah manusia modifikasi dari hasil proses kimia yang telah dipola oleh Mr.Scenyb. Sebab dalam kesehariannya mereka juga bergaul sebagaimana manusia biasa, berpakaian, beristri bahkan ada pula yang sempat menurunkan beberapa keturunan keturunan layaknya manusia normal.

Kelainan yang sangat menyolok, jika cuaca mulai menyengat. Manusia – manusia hasil rekayasa itu tak lagi tahan dengan sinar matahari. Jika berjalan jauh, mencari keluasan areal tanah Mr.Scenyb  , selalu mengenakan kacamata hitam dan membungkus badannya dengan jubah panjang, untuk melindungi panas terik yang menyengat.

Tak ada sedikitpun yang mencurigakan, jika mereka sebenarnya mahluk rekayasa yang setipa saat edapat bertindak beringas melebihi binsatang buas. Sehingga, dalam beberapa kesempatan, ketika beberapa sudut kota tengah membicarakan puluhan orang yang hilang, para warga pun selalu menemukan kesulitan, meskipun sebenarnya para penculik yang telah melenyapkan sahabat atau karib mereka berada ditengah keramaian itu. Bahkan diantara manusia rekayasa Mr.Scenyb itu tak segan – segan turut membaur dan partisipasi menyusun program warga dalam mengusut kasus orang hilang.

Kelihaian Mr.Scenyb beserta mahluk ciptaannya itu dalam menutupi kasus pembebasan tanah yang selalu di iringin dengan hilangnya beberapa warga dianggap membangkang , cukup strategis. Penemptan personil manusia rekayasa pada pos – pos tertentu sungguh membuat warga benar – benar terkecoh. Bahkan diantara manusia buatan itu disengaja diperintahkan agar berposisi sebagai pejabat teras pada setiap pedusunan atau permukliman penduduk, tepat pada sasaran yang hendak dituju oleh Mr.Scenyb.

Tak jarang dari mereka sempat menjadi sekretaris lurah, atau minimal sebagai wakil ketua Er Te. Dengan strategis itu, Mr.Scenyb berserta pasukannya akan lebih mudah saja memantau beberapa warga yang membangkang jika terjadi pembebasan tanah, yang setiap kesempatan sering mengundang berbagai kerusuhan atau memunculkan aksi protes, menolak ganti rugi tanah.

Dari kasus per kasus yang sudah berjalan sekitar 30 tahun, tak satupun gugatan warga yang berhasil menggulingkan kekuatan Mr.Scenyb. Karena sebelum berkas – berkas gugatan itu sampai di meja pengadilan Mr.Scenyb sudah lebih dulu membungkam para aparat hukum dengan memberikan 50 persen dari penghasilan bisnis yang dikuasainya. Baik dari hasil perkebunan, real estate, taman ria, disakotik maupun jual beli manusia buatan itu yang dari tahun ketahun seperti menjadi ekspor non migas.

Setiap kali pengiriman manusia rekayasa itu, pasukan Mr.Scenyb sudah lebih dulu menggunakan ilmu totok tenggorokan pada setiap satuan keamanan di pelabuhan. Sehingga, dengan  sendirinya bisnis terus berjalan sebagaimana yang diinginkan. Dengan sebuah kapal khusus yang dibelinya dari negara Rusia, manusia – manusia buatan yang siap diekspor itu ditotok dan diembunyikan dalam peti kemas, di bawah beberapa karung hasil perkebunan.

Alarm model apapun  tak berarti apa – apa. Seperti mulusnya pembunuh Enci, salah satu gundik Mr.Scenyb yang tak mau menggugurkan kandungannya setelah diketahui ia mengandung seonggok janin. Mayatnya dibuang dalam sumur tua, dengan kondisi perut terbelah. Untuk menutupi aibnya, Mr.Scenyb harus merelakan salah satu manusia buatannya itu diadili dan dipenjarakan, setelah sebelumnya dibantai warga sampai tak berdaya. Tapi prosese pengadilan dan memenjarakan itu hanya sebatas tipuam untuk mengelabuhi warga, agar warga sekitar tetap mempercayai bahwa Mr.Scenyb adalah manusia yang paling demokratis terhadap hukum.

Dua malam setelah itu, beberapa pasukan Mr.Scenyb  sudah menyusup dan mengambil jasad dari cengkeraman bui, untuk kemudian disembunyikan dan diproses, sehingga kembali menjadi mahluk yang siap mengamankan wilayah kekuasaan Mr.Scenyb .

Kini Mr.Scenyb sudah dimakamkan secra tidak wajar oleh warga dari berbagai sudut kota. Kejujuran dan keberanian Funy membuka kedok Mr.Scenyb di depan para wartawan dan aparat telah mengakhiri kehidupan Mr.Scenyb. Beberapa surat kabar secara blak – blakan mengungkap kebiadaban Mr.Scenyb.

‘’Mahluk macam dia mana bisa mati dengan senjata tajam,” celetuk Saif Al Maslul, salah satu anggota tim penyidik yang banyak tahu  tentang kehidupan mahluk sejenis Mr.Scenyb , ditengah kerumunan wartawan dan warga sekitar. Para normal dari negeri mesir itu memang cukup mumpuni keilmuannya. Bahkna Saif juga pernah membantu arkeolog di kawasan timur tengah menemukan kembali jasad terpendam dengan imajinmagisnya itu.

‘’ kemungkinan besar, penyelesaian itu dengan api,” sela Junaidi, wartawan sebuah harian daerah yang banyak tertarik dengan persoalan magis.

‘’ Tepat ! Itu ide yang jitu!” Saif menanggapi serius.

‘’ tapi itu tidak mungkin, Pak,” sergah yang lain keberatan, jika harus membakar puing – puing rumah Mr.Scenyb .

‘’Limadza la yumkin?” tanpa sengaja Saif berbahasa arab.

‘’Kenapa tidak mungkin?”Sri, mahasiswa jususan bahas arab itu menterjemahkan kepada warga.

Sebab bagaimana ia akan terbakar, jika dia masih dilindungi oleh jubah hitamnya?” warga yang lain menjelaskan tentang keraguan dari salah satu warga sebelumnya.

‘’Tidak. Pada saat seperti ini, jubah pelindung tak lagi berarti apa – apa. Semuanya dapat saja terbakar jika kita semua paket,” kata Saif optimis.

‘’Lantas bagaimana dengan anak buahnya yang masih banyak bergentayangan di sekitar kita?” teriak lainnya menuntut agar segera diadakan pembersihan antek – antek Mr.Scenyb .

‘’Itu tugas kita yang kedua. Jika kita kompak, semua anggota karang taruna dikerahkan, lalu membuat satu gerakan bersama, setelah Mr.Scenyb benar – benar tamat riwayatnya, kita akan segera melakukan pembersihan jelmaan Mr.Scenyb sampai keakar – akarnya! Saif kembali memberi keyakinan pada warga.

Lima menit kemudian, api sudah membubung diatas puing – puing rumah Mr.Scenyb. Kesunyian dalam gelap itu kini berubah menjadi bara merah yang membara. Daratan bukit kathulistiwa, tempat dibangunnya rumah Mr.Scenyb telah menjadi bunga api yang menyala – nyala. Lengkingan histeris, tiba – tiba menyeruak, menggetarkan setiap gendang telinga warga. Saya yang turut hadir dalam eksekusi Mr.Scenyb malam itu, hanya ikut menutup kedua telinga.

Perlahan, gelombang api itu sedikit mulai menurun, setelah sebelumnya sebuah bayangan hitam melesat keudara, satu menit setelah jeritan panjang yang cukup histeris terdengar.

Telatang Lahat, 07 – 08 1998

Dimuat di Harian Pagi, Sumatera Ekpres, Jumat, 18  Desember 1998 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s